Indikator ADX adalah salah satu indikator yang banyak diandalkan oleh trader forex MT4, namun sayangnya masih belum terlalu populer di kalangan trader Forex.

Banyak yang berasalan kalau ADX ini ruwet, terlalu banyak garis jadi susah dibedakan, kesannya sangan sulit digunakan. Namun forextrader.id sudah coba menggunakan indikator ADX untuk trading Forex, dan ternyata tidak sesusah bayangan orang-orang.

Asalkan Anda mengerti masing-masing fungsi garis indikator, dan mengingat prinsip kapan harus HIGH dan kapan harus LOW, indikator ini bisa menjadi pemberi sinyal yang bisa diandalkan.

Indikator ADX terdiri dari 3 garis, yaitu garis ADX  –  garis +DI  –  garis –DI.

Garis ADX digunakan sebagai patokan keadaan market saat itu, apakah market sedang dalam keadaan trend, atau range market.

Garis ADX > 25 dan bergerak naik ⇒ market dalam keadaan trend

Garis ADX < 25 dan berada di bagian bawah⇒range market

Jika Anda melihat garis ADX sedang bergerak naik, saatnya ancang-ancang untuk open posisi di forex

Cara menentukan arah trading, HIGH atau LOW?

Dengan bantuan garis ADX, Anda tahu kapan saat yang tepat untuk trading, dan kapan tidak tepat. Selanjutnya, gunakan +DI dan –DI untuk menentukan arah trading yang tepat!

Garis +DI memotong garis –DI dari arah atas ke bawah ⇒ HIGH

Garis +DI memotong garis –DI dari arah bawah ke atas ⇒ LOW

Contoh trade EUR/USD dengan bantuan indikator ADX :

Garis ADX bergerak naik, dan di atas skala 25

Garis +DI telah memotong garis –DI dari atas ke bawah

・Cara memasang indikator ADX di platform MT4

Buka platform MT4.

Klik icon untuk input indicator → Trend → Average Directional Movement Index

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *